14 April 2008

Pilkada Jabar: 49% Pemilih di GDC-Gardenia Golput

Pelaksanaan Pilkada Gubernur Jabar (Minggu, 13/4/08) di TPT 14 di Perumahan Grand Depok City (GDC) Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, nyaris tanpa greget alias sepi peminat. Hal ini terlihat dari sedikitnya jumlah warga yang menggunakan hak pilih. Berdasarkan laporan KPPS, dari tiga RW (RW 04, 06, 07) yang bergabung di TPS 14, jumlah warga yang terdaftar memiliki hak pilih sebanyak 564 orang. Namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 288 orang atau 51.06% dari total pemilih. Sebanyak 276 atau 48.94% memilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Sangat kasat mata, betapa rendahnya tingkat partisipasi warga GDC dalam Pemilihan Pilgub Jabar.

 

Hal yang sama juga terjadi di GDC-Gardenia. Dari 137 warga yang terdaftar memiliki hak pilih, tercatat hanya 70 orang yang menggunakan hak pilihnya. Itu artinya, hanya 51.09% yang menggunakan hak pilihnya. Sedangkan sisanya 67 pemilih (48.91%) lebih memilih golput. Berikut jumlah pemilih pada masing-masing RT di GDC-Gardenia serta yang menggunakan hak pilihnya.

 

RT

Jumlah Pemilih

Pengguna Hak Pilih  

Golput

Tingkat Partisipasi (%)

1

40

17

23

42.50

2

31

17

14

54.84

3

26

14

12

53.85

4

40

22

26

45.83

 Sumber: KPPS, TPS 14

 

Sementara itu, berdasarkan hasil akhir perolehan suara di TPS 14, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (HADE) berhasil unggul, jauh meninggalkan dua pesaingnya yakni pasangan Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana (DAI) dan pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim (AMAN). Dari data KPPS tercatat HADE memperoleh 166 suara (57.24%), disusul AMAN 93 suara (32.07%), dan DAI 22 suara (7.59%). Sedangkan suara tidak sah sebanyak 9 suara (3.10%). Dilaporkan, terdapat dua pemilih dari luar (sebagai saksi) yang menggunakan hak pilihnya di TPS 14, sehingga total pemilih menjadi 290 orang.

 

Menurut salah seorang anggota KPPS Toteng Sunandar, rendahnya tingkat partisipasi warga tidak terlepas dari minimnya sosialisasi Pilkada Gubernur Jabar hingga ke tingkat warga. Sehingga, lanjut Toteng, warga yang sebelumnya sudah apatis semakin apatis dan lebih memilih golput. Juga, Ketua RW 07 GDC-Gardenia itu mengungkapkan, banyak warga di RW 07 yang sudah memiliki KTP Depok tapi tidak terdaftar sebagai pemilih. "Padahal seluruh warga [RW 07, red.] yang memiliki KTP Depok sudah kami laporkan ke KPUD Depok melalui Kelurahan Tirtajaya, tapi tidak semua warga yang kami laporkan terdaftar sebagai pemilih," ungkap Toteng dengan nada protes. (Tim Blogspot-Gardenia/Slamet)

10 April 2008

Masih Ada Warga yang Belum Terdaftar sebagai Pemilih

Gardenia Blogspot - Pilkada Jawa Barat hari ini Kamis (10/4/2008) sudah mulai memasuki masa tenang. Berakhirnya kampanye ditandai dengan Debat Kandidat pasangan Calon Gubernur di Bandung, yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV pada Rabu (9/4/2008) kemarin. KPUD mulai sibuk mempersiapkan pemungutan suara yang akan digelar secara serentak Minggu (13/4/2008) di TPS seluruh Jawa Barat. Surat undangan kepada pemilih mulai disebarkan, tak terkeculai warga RW 07 Sektor Gardenia yang sudah memiliki KTP dan didaftar oleh RT setempat.

Tadi malam Rabu (9/4/200) Ketua RT 04, Slamet dan Sekretarisnya, Huda, menyebarkan surat undangan dari KPUD kepada warga yang memperoleh haknya untuk memilih calon Gubernur Jabar. Namun disayangkan masih ada warga yang sudah memiliki KTP dan sudah didaftarkan kepada PPS, tetapi tidak mendapatkan surat undangan. Hal tersebut dikeluhkan Slamet kepada Ketua RW 07, Toteng Sunandar, ketika meneliti daftar pemilih yang diberikan PPS.

"Misalnya Pak Halim dan Pak Agus, itu sudah kita daftarkan, karena mereka punya KTP sini, tetapi kok tidak ada di daftar pemilih. Padahal hanya warga yang terdaftar yang bisa nyoblos", tutur Slamet.

Menanggapi hal ini Toteng Sunandar tidak dapat berbuat banyak. Menurutnya itu kesalahan dari PPS. "Itu bukan kesalahan kita, tetapi PPS. Ya, mau gimana lagi, kita dikasihnya begini, sudah tidak bisa dirubah lagi", kata Toteng menjawab keluhan Slamet.

Sementara itu Huda sudah menduga sebelumnya akan terjadi seperti ini. "Di mana-mana terjadi seperti ini. Di Jakarta saja, yang Kota Metropolitan, masih banyak warga yang tidak terdaftar", demikian kata Huda. "Untuk menyelesaikan masalah ini, harus tahu dulu seperti apa kebijakan KPUD. Kebijakan KPUD satu daerah dengan daerah lainnya berbeda. Di Sorong Papua, warga diperbolehkan memilih hanya dengan menunjukkan KTP meski tidak terdaftar sebagai pemilih. Tetapi di Jakarta tidak bisa. Itu tergantung KPUD-nya", lanjut Huda.

Ketika Tim Blogspot melacak KPUD dengan mengklik http://kpu.jabarprov.go.id/ ternyata banyak warga yang komplain tentang tidak terdaftarnya sebagai pemilih. Padahal mereka sudah memiliki KTP setempat. Tetapi dari pihak KPUD tidak ada penjelasan apa dan bagaimana yang harus dilakukan supaya tetap dapat memilih. Ya.. begitulah kinerja KPUD kita.

07 April 2008

Warga Bicarakan Jalan Tembus Gardenia-Serab

Gardenia Blogspot - Hari Minggu lalu (6/4/2008), di sore hari beberapa warga Blok R berkumpul di gang antara R-5 dan R-6. Ada topik yang dibicarakan mengenai jalan tembus Sektor Gardenia melalui Blok Q. Jalan yang dibangun oleh developer tersebut mulai dikerjakan lagi setelah sekian minggu tertunda. "Tadi sempat saya lihat ada traktor meratakan batu putih di situ. Sepertinya sudah mulai lagi tuh", kata Ahmad Tarmizi membuka pembicaraan.

Beberapa warga yang lain kemudian mendiskusikan efektif tidaknya jalan tembus tersebut. Ahmad Tarmizi dengan nada kecewa memberikan pernyataan getir, bahwa jalan itu menurutnya kurang efektif, bahkan bisa membahayakan pengendara yang lewat.

"Jalan itu kalau dari Serab kan menurun tajam. Ketika turun, pengendara langsung berhadapan dengan rumah yang letaknya persis di depan belokan jalan. Sehingga kalau orang tidak hati-hati, bisa bahaya tuh. Apalagi orang yang baru belajar berkendara", tutur warga yang akrab dipanggil Helmi ini.

Perumahan ini tampak sekali asal-asalan dalam membangun fasilitas, termasuk fasilitas jalan. Bagi sebagian besar warga, jalan tembus melalui Blok Q tersebut sangat tidak layak menjadi jalan perumahan. "Jika dibandingkan dengan jalan masuk Sektor Roma, sangat berbeda jauh, mereka lebih bagus. Apalagi kalau dibandingkan dengan Villa Mutiara Cinere I, gak ada apa-apanya kita", kata Helmi menutup pembicaraan.

04 April 2008

Bahan Warta Gardenia

kepada seluruh Rt/warga di Gardenia harap mengirimkan artikel atau apapun tulisan mengenai apapun seperti kegiatan ,acara , ucapan selamat, kelahiran kepada tim blogspot untuk di muat di warta bulanan gardenia

Terimakasih

Kaki Dipatok Ular, Satpam Jamal Sementara Absen

Blogspot Gardenia - Komandan Satpam Regu II Sektor Gardenia, Jamal, Rabu pagi (2/4/2008) kakinya dipatok ular tanah sehingga membuatnya absen jaga di Sektor Gardenia. Absennya komandan yang sudah cukup senior di Gardenia ini, membuat tugas sehari-hari dipikul bersama oleh para satpam lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Sarno Zaluski, salah satu seksi keamanan RW 07.

"Untuk sementara, karena Pak Jamal sakit, ya kita optimalkan Satpam yang lain, toh mereka sudah tahu tugas-tugasnya", demikian penjelasan Sarno. "Kita berdoa saja semoga Pak Jamal segera sembuh", lanjut Sarno.

Menurut Jamal, peristiwa ini terjadi di belakang rumahnya ketika dirinya baru saja keluar rumah. Jamal tidak terasa jika ada ular yang mematok kakinya. Baru terasa ketika ular tersebut melilit kakinya sebelah kiri. "Saya baru terasa ular sudah melilit kaki kiri saya. Lalu pelan-pelan ularnya saya pegang kepalanya dan saya lepaskan gigitannya", demikian penuturan Jamal ketika ditengok oleh bapak-bapak Blok R RT 04 di rumahnya, Kampung Serab. Ular tanah dengan diameter kurang lebih 10 cm panjang 60 cm tersebut akhirnya dibunuh di tempat itu juga.

Usai digigit ular, Jamal masih bisa ke Gardenia untuk bertemu dengan Ade Maman, Komandan Seksi Keamanan Gardenia. Ade Maman lalu membawanya ke rumah sakit yang menyediakan serum untuk menyuntik gigitan ular. Di Depok, serum ini hanya tersedia di Rumah Sakit Tugu Ibu Cimanggis. Saat ini kondisi kaki Jamal masih bengkak sehingga membutuhkan waktu istirahat beberapa hari di rumah. Semoga Lekas Sembuh.